Inilah Pengalaman Unik Mahasiswa Indonesia Puasa di Inggris

Bagi anda yang sedang mencari informasi tentang Inilah Pengalaman Unik Mahasiswa Indonesia Puasa di Inggris, maka Kali ini kuliahsabtuminggu.com menyampaikan tentang Inilah Pengalaman Unik Mahasiswa Indonesia Puasa di Inggris sebagai berikut:

Inilah Pengalaman Unik Mahasiswa Indonesia Puasa di Inggris

pengalaman-unik-mahasiswa-indonesia-puasa-di-inggris-sYeufebCdnMenjalani puasa di negeri orang tentu penuh tantangan mengingat Muslim umumnya menjadi minoritas di berbagai negara. Tidak jarang, banyak pengalaman unik dialami para mahasiswa Indonesia yang berpuasa sambil menjalani studi.

Bagi Tika Widyaningtyas, ibadah puasa sendiri tidak mendatangkan kesulitan apa pun. Apalagi, meski berpuasa sejak sekira pukul 03.00 hingga pukul 21.00, cuaca tidak terik meski musim panas.

Namun, Tika mencatat satu peristiwa yang cukup berkesan selama menjadi minoritas muslim dan pendatang di negeri orang. Perempuan kelahiran Brebes, 20 November 1989 itu bercerita, suatu siang, sekira dua hari usai tragedi penembakan sebuah bar di Orlando, Amerika Serikat, Tika berjalan kaki dari kampus menuju rumah. Di jalan, dia berpapasan dengan seorang pria yang nampaknya penduduk lokal.

“Laki-laki itu berteriak, ‘What the f*ck! What are you doing here? Go back to your country!‘ Saya hanya tersenyum menanggapinya. Namun ternyata reaksi saya hanya membuatnya berteriak lebih lantang. Saya tidak bisa beranjak dari lokasi karena dia memblokir jalan saya,” papar Tika dalam surat elektroniknya kepada Okezone, belum lama ini.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menyebut, bantuan datang dari seorang perempuan paruh baya yang mendekatinya dari arah berlawanan. Perempuan tersebut, marah dan menampar pria yang mengganggu Tika.

“Ibu itu berkata, ‘Why are you so racist? Enggak bisa ya menghormati perempuan sebagaimana mestinya?'” imbuh dara berkerudung tersebut.

Si ibu, lantas meminta Tika menelefon layanan darurat 999. Tidak lama, tutur Tika, polisi setempat datang dan menangkap laki-laki tersebut.

“Setelah semua beres, salah satu polisi berujar, ‘Terima kasih sudah menghubungi kami. Mohon maaf kalau laki-laki perusuh ini merusak bulan suci Anda. Ramadan Kareem!’ Bahkan polisi yang lain dan perempuan yang menolong saya pun ikut meminta maaf,” tuturnya.

Menurut Tika, selain peristiwa tersebut, dia menjalani puasanya dengan cukup baik selama Ramadan. Meski demikian, di awal Ramadan, beberapa teman kaget dan “prihatin” mengetahui Tika berpuasa seharian penuh selama sebulan. Menurut mereka, periodetersebut teramat panjang sehingga khawatir wanita berkerudung itu sakit.

“Tapi setelah saya bilang saya biasa berpuasa sejak kecil, mereka mahfum bahkan takjub. Ada juga yang kritis bertanya kenapa tuhan saya tega memerintahkan saya tidak makan, dan sebagainya. Yang lucu, beberapa teman kerap ikut-ikutan puasa, terutama laki-laki, karena mereka merasa tertantang. Tapi sejauh ini belum ada yang sukses puasa sehari penuh,” pungkasnya.

Demikianlah artikel mengenai Inilah Pengalaman Unik Mahasiswa Indonesia Puasa di Inggris Semoga Bermanfaat Bagi Anda.